Tak Berkategori

Kecamatan Karangnunggal Kekurangan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kepdidikan PNS dan Tenaga Kesehatan “Dokter”

Tasikmalaya,newssuaraindependent.id- Selasa (21/1/2020)- Mengingat Mutu dan Kualitas Pendidikan di Kab.Tasikmalaya yang masih dinilai kurang, maka perlu perhatian dan upaya keras dari pihak Pemerintah, Dinas terkait dan Stakeholder lainnya.

Khususnya di Kec.Karangnunggal yang sudah dinilai sangat keritis kekurangan tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan ASN yang PNS harus jadi perhatian serius.

Seperti halnya dikatakan Ketua Dewan Pendidikan Kab. Tasikmalaya, DR. H Edeng, ZA, MPD, dan Ketua Panitia Acara “Penguatan Peran Komite Sekolah” Opan Sopian, S.Pd., M.Si., M.Pd, pada Minggu lalu, Kamis (9/1) di Gedung Islamic Center Bojongkoneng-Kab.Tasikmalaya keduanya mengatakan, untuk mencapai pemenuhan 8 Standar Pendidikan salah satunya adalah tercukupinya tenaga Pendidik dan tenaga Kependidikan, ujarnya.

Hal mustahil akan tercapainya 8 Standar Pendidikan tersebut di lingkungan Pendidikan Karangnunggal, kalau tenaga Pendidik dan Kependidikan tidak segera diupayakan pengangkatan kembali tenaga Pendidiknya oleh Pemerintah.

Hasil konfirmasi pihak Media, Kepala UPT Pendidikan Kec. Karangnunggal, Acep, S,Pd.M.Mpd di ruang kejanya, menjelaskan terkait hal kekurangan tenaga Pendidik dan Kependidikan di lingkungan Kec. Karangnunggal, memang saat ini setelah sejumlah kurang lebih 69 orang yang Purna Bhakti, itu menjadi pemikiran serius dan sedang diupayakan oleh kami pihak Dinas Pendidikan dan Pemerintah untuk mengangkat kembali agar menutupi kekurangan tersebut, Ujarnya.

Memang kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tersebut bukan hanya terjadi di Kec.Karangnunggal saja kata Acep, tapi hampir di seluruh Kecamatan se-Kab. Tasikmalaya mengalami hal yang sama.

Menurut Acep pula, memang ada sisi keterlambatan dari pihak Pemerintah untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar khususnya, ini perlu terobosan dan dorongan yang kuat dari berbagai pihak, agar kedaruratan tenaga Guru PNS utamanya, ini terselesaikan dengan segera.

Ditegaskan Acep, Pemerintah dengan berbagai pertimbangan dan kajiannya agar segera merekrut dan mengangkat kembali tenaga Sukwan menjadi PNS, supaya mereka lebih tanggung jawab sebagai tenaga pendidik, walaupun para honorer/sukwan tak kalah tanggung jawabnya dengan ASN yang sudah PNS.

Berbagai langkah kali ini pihak UPT Pendidikan Karangnunggal sedang ditempuh, seperti salah satunya sejumlah 33 Orang yang termasuk Katagori 2 sedang diupayakan lolos di seleksi P3K, hanya SK nya saja yang belum turun, itupun sedang diupayakan. Kemudian sesuai kuota yang sudah ada untuk Bulan Januari 2020′ ini pun akan ada seleksi CPNS, mudah-mudahan untuk Kec. Karangnunggal krisis tenaga pengajar akan segera terselesaikan, pengakuan Acep.

Ditemui di tempat berbeda Asep M Dahliana, S.Tp.MM (Camat), menurutnya pihak Pemerintah Kecamatan akan segera mengadakan Rakor terkait hal daruratnya tenaga Pendidik dan Kependidikan agar jadi dasar pengajuan ke Dinas terkait, tandasnya.

Hal lain dikatakan Asep (Camat), selain upaya prioritas di bidang Pendidikan, masalah kesehatan pun menjadi perhatian pula terkait kekurangan tenaga Dokter untuk UPT Puskesmas Karangnunggal.

Maka Asep mengajak semua pihak selain Dinas-Dinas terkait juga perlu pula kerjasama dari para Tokoh dan Stakeholder lainnya yang peduli agar sama-sama memperjuangkan kedua hal tersebut, pungkasnya. (Yat’S Kabiro Tasela).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close