POLITIKTak Berkategori

Zainal Abidin S.TH.I Golput Itu Bukan Pilihan Saudaraku!


href=”http://newssuaraindependent.id”>newssuaraindependent.id
Golput, atau dikenal dari sebutan Golongan Putih, mendapat komentar dari Zainal Abidin. Bagi kaum milineal ini, dikatakan Golput bukan pilihan, terutama bagi kawula muda,
Bagi pria yang akrab disapa Mas Zainal, golput itu di ibaratkan kawula muda yang tidak gaul dan melenceng dari jati dirinya sendiri.

Buat apa negara menganggarkan dana begitu besar buat pesta demokrasi untuk tanggal 17 ini, jikalau masyarakatnya tidak ingin berpesta,” ucap Calon Legislatif dari Partai keadilan Sejahtera (PKS) nomor urut 4, Daerah Pemilihan , untuk Kecamatan Culamega,Cipatujah,Bantarkalong,Parung Punteng,Dan Cibalong,Bojong asih, kepada kru media, Senin (1/4/2019).
Zainal Abidin menegaskan keterpanggilan dirinya untuk maju sebagai calon legislatif dari Partai PKS, bukan hanya meramaikan saja. Tapi, Mas Zainal bersedia menjadi jembatan bagi kaum milenial menyalurkan aspirasi untuk kemajuan bangsa dan negaranya, khususnya Kota Tasikmalaya.

“Wahai saudaraku, Golput itu bukan pilihan saudaraku, golput itu tidak gaul. Golput itu tidak menunjukkan karateristik bangsa Indonesia, apalagi tanggal 17 April itu pesta kita, kepentingan bangsa kita 5 tahun ke depan,”

Bagi Zaunal abidin, wakil rakyat yang terpilih nantinya dalam pesta demokrasi, harus bersedia menanggung beban dari rakyat. Pasalnya, rakyat yang sudah mempercayakan calonnya, harus mencurahkan segala tenaga dan pikiran, karena calon itu sudah milik rakyat, tidak pribadi sendiri lagi.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat, kaum milenial, jangan golput, luangkan waktu ke TPS,” kata bapak 2 anak, suami dari Siti Nurjanah ini.
Dalam perbincangan santai dikediamannya, Di Kp.Pajadun- Desa Mekarlaksana , Kecamatan Culamega, Mas Zainal  mengaku dalam perjalanan meniti kariernya tidak mudah. Pria mudah senyum ini, mengenang pernah bekerja sebagai Guru Sekolah dan peternak kelinci ketika dimasa- masa sulit. Namun baginya, perjalanan karier bagi Zainal, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Disaat terpuruk, saya percaya bisa bangkit dari keterpurukan. Tidak lah mudah bangkit, harus ada dorongan dari diri kita sendiri kalau kita percaya bisa bangkit. Apa yang menjadi milik kita sekarang, itu semua titipan dari Allah, kita pergunakan sebaik mungkin dan bisa dirasakan banyak orang. Tapi harus semampu manusia itu, jangan berlebihan, karena apapun yang berlebihan, hasilnya dikemudian hari tidak bagus,” papar Zainal Abidin.

Di akhir perbicangan, Mas Zainal berpesan, kedepannya akan menyediakan tempat berupa bangunan untuk menampung kreasi- kreasi kaum milenial yang ingin menyalurkan keterampilannya dan dapat dijadikan ekonomis. Karena menurut Zainal, kreasi anak muda itu tidak kelihatan, karena tidak ada bagi mereka yang menyediakan tempat.

“Saat ini sudah kita lakukan, banyak kawula muda sudah kita berdayakan yang memiliki keterampilan. Saat ini, mereka kawula muda itu sudah dapat menyalurkan kerasinya dan memberikan penghasilan. Tentunya itu sangat dibutuhkan bagi kawula muda itu dan buat keluarganya yang telah berkeluarga,” beber Zainal Abidin Pungkasnya. Yuda Dwi Angoro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close