Tak Berkategori

USUT TUNTAS DUGAAN PENYELEWENGAN DANA HIBAH

Tasikmalaya,newssuaraindependent.id
Konfirmasi dalam control sosial kadiv investigasi pandika siliwangi nusantara tentang kejadian yang sangat mengejutkan, karena masih oknum pelaku pemotongan atau cas back kucuran dana hibah tahun 2018. Hal ini sangat perlu penanganan secara maksimal karena akan berakibat patal bila adanya pembiaran dari tindakan tersebut, yang telah-jelas merugikan masyarakat ataupun Negara.

Pengakuan dalam investigasi langsung dengan atas nama dalam pengajuan melalui proposal yang ditunjuk sebagai ketua yang berinisial N, dalam pengakuan awalnya ditawari melalui pengajuan proposal oleh seseorang yang jadi sekretaris, namun karena awalnya diperuntuk pembangunan PESANTREN “AL MUTHIYAH” dia menanda tangani proposal untuk pengajuan, hal tersebut walau tidak tahu pembuatan proposalnya itu.

Dalam dialog pada bulan Mei 2019, N dengan lantang memberikan keterangan karena merasa adanya penyesalan bahwa seluruh dana yang begitu besar tidak pernah menerima sepeserpun. Kekejaman yang sangat tersetruktur,sistematik dan masip ini perlu penanganan serius, apalagi tujuan awal demi terbentuknya insan manusia yang ber ahlak mulia melalui pendidikan yang seiring dengan logo TASIK RELIGIUS.

Lebih jauh dalam wawancara dengan “N” dirumah kediamannya desa geresik kecamatan Jamanis kabupaten Tasikmalaya, dalam keterangan setelah uang diambil dari Bank Bjb Ciawi besama sekretaris Bendahara dengan singkat kata setelah pengambilan dan dihitung uang tersebut sejumlah Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah), namun pas keluar sudah ada orang yang menunggu diluar dan waktu itu sekretaris memberikan sejumlah uang kepada orang tersebut,jelas N, kami pun langsung pulang bersama, setelah sampai dirumah uang tersebut dihitung kembali ternyata sisanya tinggal Rp.30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

Untuk mendapatkan data team investigadi berlanjut pada tanggal 5 Mei 2019 dirumah sekretaris, dalam pengakuannya bahwa memang benar telah ada pemotongan dana hibah tersebut sebesar 70% dari jumlah seratus juta rupiah dengan bukti tanda terima kwitansi yang di tanda tangani penerima pemotong anggaran tersebut, bahkan sisa uang pemotongan yang ada dipakai membangun Mesjid JAMI AL HUDORI,
Saya bertanggung jawab dengan masyarakat atas penggunaan uang tiga puluh juta tersebut, sebab sebelum dipakai pembangunan mesjid kami mengadakan rapat demi persetujuan penggunaan dana tersebut.

Keterengan dari sekretaris dalam penyalahgunaan dana yang awal untuk PESANTERN dan kini dipakai penyelesaiaan pembangunan mesjid.
Karena kurangnya pengawasan dari dinas terkait sehingga perbuatan oknum yang merugikan keuangan Negara karena terkesan tersusun rapih tersetruktur,systematik dan masif.

Harapan untuk ditindak sesuai aturan yang berlaku diIndonesia, agar ada dapat memberikan efek jera terhadap para pelaku dimasa yang akan datang, harapan lain uang tersebut untuk dikembalikan sebagaimana mestinya. Pungan team investigasi LSM PANDIKA SILIWANGI NUSANTARA saat diwawancari newssuaraindependent.id baru-baru ini.
Hapuskan korupsi tersetruktur disemua Birokrasi.(Nanang.I@nsi_id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close