HUKUM & HAM

Pelaku Pembunuh Jimmi Harefa Terungkap

Gunungsitoli, Newssuaraindependent.id

Pelaku pembunuhan Jimmi Sohahau Harefa terungkap dalam tempo 5 hari oleh Polres Nias dibantu dari Polda Sumatera Utara. Pelaku inisial BW (20 Tahun) seorang mahasiswa, bertempat tinggal di kota Gunungsitoli , termasuk tetangga Jimmi Sohahau Harefa. (27/08/2019).

BW diduga melawan petugas Kepolisian saat diamankan sehingga dihadiahi timah panas dibagian kaki. BW mengaku dalam aksinya ” mencuri,  kemudian membunuh Jimmi Harefa disebabkan karena terlilit utang”.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH didampingi Kasat Reskrim dan Waka Polres Nias mengatakan “akibat perbuatannya pelaku  inisial BW dikenakan Pasal 365 KUHPidana junto Pasal 80 Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, papar Kapolres Nias”.

Lanjut Kapolres, pelaku nekat mencuri dan  menghabisi nyawa korban karena memiliki banyak utang akibat kecanduan game online. Saat kejadian pada hari Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 04.00 dini hari, BW terbangun karena memikirkan utang yang banyak akibat doyan main game online.

Saat itulah pelaku keluar rumah membawa alat berupa obeng dan mencari rumah tetangga yang kosong dengan niat hendak mencuri, paparnya.

Melihat kondisi rumah korban dalam keadaan gelap, pelaku mencongkel pintu dan masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur, di dalam rumah pelaku BW sempat membuka pintu lemari dapur, pintu kulkas dan masuk ke dalam kamar korban dan mengambil laptop di meja belajar,”Usai mengambil laptop pelaku sempat keluar dari rumah korban, namun masuk kembali.

“Ketika masuk pertama pelaku tidak melihat korban, tetapi saat masuk kedua kali dia melihat korban yang tengah tertidur,” jelasnya.

Lebih lanjut, melihat korban yang tertidur, pelaku kembali mengambil barang yang ada di dalam kamar berupa dua unit telepon seluler dan satu unit kamera merk Cannon.

Kemudian pelaku mencari alat untuk menghabisi korban, dan dia menemukan martil di ruang tamu rumah kurban. Akhirnya, “pelaku BW menghabisi korban yang sedang tidur dengan memukul kepalanya sebanyak empat kali,” jelasnya.

Saksi yang  menemukan korban pertama sekali adalah saksi Juan Bastian Zebua, menurut keterangannya  bahwa dirinya  datang kerumah  korban  untuk mengajak korban makan  dan nongkrong, namun pada saat saksi masuk kerumah korban  ditemukan  sudah meninggal dan kemudian saksi lari kerumah kos sebelah dan memberitahukan kepada anak-anak kos sebelah.

Alasan Pelaku BW  melakukan pencurian dengan kekerasan akibat terlilit utang, dan dari hasil pemeriksaan sementara korban mengalami luka robek dipipi sebelah kanan atas disamping mata kanan, luka robek pada kepala seperti ditusuk, luka lebam pada mata sebelah  kanan, luka lebam pada  kepala  sebelah  kanan dibelakang telinga dan luka robek pada kepala akibat benda keras.

Selanjutnya tersangka dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk mendapatkan perawatan , atas petunjuk dari dokter bahwa tersangka tidak perlu dilakukan rawat inap sehingga tersangka BW langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan.  (Faris Indra Larosa)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close