Tak Berkategori

Menikmati Pesona Pantai Karang Tawulan, Kabupaten Tasikmalaya

Tasikmalaya.newssuaraindependent.id
menikmati pemandangan Pantai Karang Tawulan di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 21 April 2019. Karang Tawulan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Tasikmalaya jika dikelola dengan baik.

Grup Agen BRILINK Singaparna tersebut terus bergantian berfoto dengan berbagai pose di tebing yang menjorok ke samudera sore itu. Tak puas dengan pose tertentu, mereka makin mendekati bibir tebing dengan pemandangan tonjolan batu-batu karang di bawahnya.

Gaya satu selesai, gaya lain dicoba dengan bergantian menjepretkan kamera telefon genggam. Senja mulai berlabuh, namun gemuruh ombak samudera pantai tersebut tetap menggelegak. Menghantam batuan karang dengan deru angin yang menggiringnya.

Ya, demikianlah pesona Pantai Karang Tawulan di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya. Pantai yang terletak di tepi jalan penghubung Kabupaten Pangandaran-Tasikmalaya tersebut menjadi opsi lain pengunjung yang ingin berwisata di kawasan selatan Jawa Barat.

Selama ini, masyarakat lebih mengenal Pantai Pangandaran, Batu Karas atau Pelabuhan Ratu yang berada di sepanjang pantai selatan Jabar. Tapi tunggu dulu, Kabupaten Tasikmalaya memiliki Karang Tawulan yang keelokkannya tak kalah dari lokasi wisata-wisata pantai itu.

Pantai tersebut memiliki tebing yang langsung menghadap ke samudera. Ombak yang pecah menghantam karang dengan cahaya matahari yang lindap di pengunjung sore menjadi pemandangan yang tak boleh terlewatkan.

menjajal perjalanan menuju pantai itu pada Minggu, 21 April 2019.
Tak butuh lama, laju kendaraan memasuki Cikalong, wilayah kecamatan paling selatan Kabupaten Tasikmalaya. Butuh sekitar tiga jam lebih hingga tiba di Karang Tawulan.

Semakin sore, pengunjung masih berdatangan ke lokasi tersebut. Salah satunya, Nenk Eva (24) Teteh Reti beserta rekan Agen BRILINK Asal Tasikmalaya tersebut mengaku Karang Tawulan memiliki keistimewaan dibanding pantai lain. “Karena banyak karang dan ombaknya pecah,” ucap Eva

Selain itu, ia sangat menikmati pemandangan senja saat sinar matahari makin condong ke barat dan menyepuh samudera hingga keemasan. “Bagus buat nunggu sunset (matahari terbenam),” tutur Eva,”Yuda Dwi Angoro,”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close