SOSIAL

MAKNA DARI BUDI PEKERTI BAGI MASYARAKAT INDONESIA

Feri Rusdiono
Ketua Umum: Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN)

Jakarta,Newssuaraindependent.id_ Kita tentu ingat pelajaran budi pekerti yang dulu pernah ada di bangku sekolah. Pada masa itu tentunya tidak semua orang menyadari bahwa pelajaran tersebut merupakan pelajaran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Budi pekerti mengajarkan anak-anak bangsa menjadi individu yang berkarakter. Disinilah pentingnya agar bisa mengembalikan jati diri bangsa indonesia agar menjadi masyarakat Indonesia yang kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga dpt menghilangkan kebiasaan buruk yang kerap terjadi pada generasi muda seperti tawuran, sex bebas, minuman berakhol, dan narkoba.
Apalagi sekarang teknologi memungkinkan untuk nonton video porno di ponsel pintar melalui situs-situs porno.

Idealnya sentuhan agama di kalangan pelajar harus lebih di perkuat lagi melalui sekolah maupun di luar sekolah. Peran orang tua untuk mengontrol anak-anak agar budi pekerti berkarakter dapat selalu di perhatikan oleh para wali murid, guru dari tingkat SD sampai perguruan tinggi dan juga pihak pemerintah khusus nya Kemendiknas & Kemenristek / dikti.

Himbauan ini pada intinya bertujuan untuk menghilangkan pengaruh negatif budaya asing dan menimbulkan, memelihara kebudayaan leluhur bangsa indonesia mengacu kepada pancasila sila ke 3 persatuan indonesia, sebaik nya dari pihak sekolah di perbantukan oleh para ustad/ ustajah yang memang sudah sangat terdidik ilmu agama nya.

Tugas para orang tua murid senantiasa selalu mengontrol anak” dengan cek ponsel pintar mereka. Bila orang tua gagap teknologi atau gaptek, maka di sekola wajib sidak ponsel pintar siswa nya. Kerjasama orang tua murid dan pihak sekolah utk mendatangkan tenaga medis terkait alkohol, narkoba, dan penyakit menular seksual, agar dapat menjaga eksistensi siswa-siswa yang baik, sehat dan terjaga integritasnya. (Red@nsi.id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close