Luapan Rasa Sang Pembawa Hoki Dari Ranah FORKI
Semuanya di Persembahkan Untuk Kabupaten Solok Tercinta

Penulis; Hafni Hafiz, A. Md
Olahraga beladiri paling populer di dunia salah satunya adalah karate. Dalam ajang tertinggi dan bergengsi tingkat propinsi, Kabupaten Solok catat sejarah.
Dalam sejarah mulai dari Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 1986 sampai berubah nama menjadi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan sudah berlangsung untuk yang ke XVI kalinya,
Kabupaten Solok menancapkan tinta emas sebagai juara kedua dengan perolehan 16 medali, yakni 4 medali emas, 4 medali perak dan 8 medali perunggu, ini prestasi membanggakan.
“Saya, pelatih dan atlet menangis, ya menangis, ini semua adalah buah kerja keras di tengah hambatan keterbatasan berbagai hal”
Mulai dari TC berjalan, TC penuh serta disiplin yg ketat dari pelatih menjadi makanan atlet berminggu minggu. Belum lagi ketidak pastian pelaksanaan Porprov, semuanya kita lalui dengan penuh dinamika.
Tetapi inilah hasilnya, kita menang, kumite beregu menutup ajang Porprov ini dengan sangat manis. Kumite beregu memperoleh emas, dengan mengalahkan momok menakutkan, yakni atlet Kota Padang.
Sekaligus menandai berakhirnya Porprov Cabor Karate
Kabupaten Solok selaku tuan rumah,
Saya ingin menyampaikan terimakasih khusus kepada Bupati Solok yang akhirnya bisa membawa kembali Kabupaten Solok sebagai tuan rumah. Tarik ulur antara Padang dan Solok yang akan menjadi tuan rumah menjadi dinamika estetik dalam komunikasi.
Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Wakil Bupati Solok, yang intens berkomunikasi menyangkut hal hal teknis persiapan kegiatan
Khusus untuk SKPD yang serius membantu secara moral maupun perlengkapan, saya menaruh simpati atas niatnya untuk mensukseskan acara ini
Untuk panitia lokal dari Pengcab FORKI Kabupaten Solok, terimakasih atas dedikasinya selama berhari hari, pagi siang dan malam
Kepada keamanan dari Polres, Satpol PP dan Dishub, kepada paramedis, kepada petugas kebersihan, dan semua yang membantu, terimakasih atas pengorbanan tenaga dan waktunya.
“Akhirnya saya harus memberikan rasa hormat setinggi tingginya kepada pejuang pejuang olahraga Karate Kabupaten Solok, pelatih dan atlet yang telah menjadi Pahlawan Olahraga Kabupaten Solok.”




