Tak Berkategori

LSM GMBI DISTRIK KABUPATEN DAN KOTA TASIKMALAYA, MALAM INI BERTOLAK KE JAKARTA UNTUK BERUNJUKRASA KE ESOKAN HARINYA

Tasikmalaya, Newssuaraindependent.id_ Dengan menggunakan kendaraan Bus umum diperkirakan ratusan anggota LSM GMBI Distrik Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menuju Jakarta malam ini, adapun sasaran yang dituju adalah Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK.

Kunjungannya kali ini tiada lain untuk menuntut dan mempertannyakan kejelasan hukum yang telah dan sedang terjadi di kalangan pemerintahan kabupaten dan kota Tasikmalaya.

“Dalam Hal ini kami berharap apa yang terjadi pada hari ini dan esok hari sesungguhnya perkembangan supremasi hukum sangatlah paradoks, perkembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya khususnya dalam bidang hukum sama sekali belum terlihat keseriusannya, sangat semu dan terkesan membiarakan” jelas Wawa ketua GMBI Distrik Kab. Tasikmalaya saat dihubungi oleh newssuaraindependent.id_ lewat telpon seluler dalam perjalanan menuju Jakarta dengan rombongan.

Kang Wawan juga mengatakan , apabila kita perhatikan dan kita ditelaah satu persatu, kasus bansos dana hibah di kabupaten Tasikmalaya dengan dugaan yang melibatkan Uu Ruzhanu Ulum, saat itu masih menjabat Bupati Kabupaten Tasikmalaya (Wakil Gubernur Jawa Barat sekarang)

“Sampai detik ini belum ada titik terang atau belom ada perkembangannya. Yang sangat menarik juga terkait kasus Walikota Tasikmalaya yang sempat heboh ditelevisi dan media sosial buktinya sampai sekarang malah seperti hilang bak telan bumi, misalnya program Mix Farming Dinas Pertanian, Kredit fiktif pasar HPKP, dan masih banyak lagi kasus kasus-kasis yang lainya,” jelas Kang Wawan yang saat itu juga didampingi ketua LSM GMBI distrik Kota Tasikmalaya yakni kang Dede Sukmajaya.

Ketua LSM GMBI distrik Kota Tasik Dede Sukmajaya, Juga menambahkan tentang perkara kasus yang sudah berjalan dan sudah berstatus tersangkanya Wali Kota Tasikamalaya dan perpanjangan pencekalannya untuk tidak bebergian ke luar negri, lagi-lagi bahasa hukum praduga tak bersalah.

“Hingga saat ini belum ada kejelasan sama sekali. Ini mengakibatkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat perihal kejelasan status wali kota,” tambahnya.

Krisis multi dimensi hampr dua tahun kebelakang, lanjut Dede, namun tanda-tanda pemulihan yang diharapkan agaknya masih berjalan sangat lambat sekali seperti tak berujung dan terkesan akan di peti es-kan.

Dalam situasi dan kondisi yang belum menentu ini, kami berharap bukan hanya sebuah argumentasi saja yang mendominasi terhadap keberlangsungan suatu persoalan.

“Melainkan kini sudah saat untuk membuka tabir dan mengungkap persoalan demi menjaga nama baik Tasikmalaya yang bermartabat sebab itulah satu-satunya jalan tercapainya tujuan, yaitu Tasikmalaya seutuhnya,” Jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa hal terpenting dari proses serupa ini harus berusaha untuk terlibat dengan perrmasalahan yang nyata dengan membangun suasana yang menyenangkan. “Sehingga ruang dialogis ini menggiring pada opini agar terbentuk nya pemerintahan yang clean goverment,” tambahnya.

“Dengan demikian, kami dari LSM GMBI beserta anggota kurang lebih 200 orang, malam ini berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi esok harinya ke Kejagung dan dilanjunkan ke KPK, terkait beberapa kasus yang ada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, dan disana kita bergabung dengan GMBI Nasional,” yang terdiri dari beberapa Distrik dari seluruh Indonesia, Pungkas Kang Wawan Kepada Newssuaraindependent.id._ (rilisteam@kinnsi.id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close