Festival Literasi Kota Gunungsitoli Secara Resmi Di Buka Wali Kota Gunungsitoli
Budayakan Membaca, Perkuat Literasi untuk Membangun Generasi Berkualitas dan Berdaya Saing
GUNUNGSITOLI, SUARA INDEPENDENT.ID
Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli resmi menggelar Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026, Rabu (23/9/2026). Untuk pertama kalinya diselenggarakan, festival ini menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Festival dibuka secara langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bertempat di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 September 2026, dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, guru pendamping, pemustaka, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE., Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Adrianus Zega, S.T., M.Psi., kepala perangkat daerah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), para guru pendamping, pemenang lomba, narasumber talkshow, Duta Baca Kota Gunungsitoli, serta undangan lainnya.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan, dilanjutkan dengan penampilan Tari Sekapur Sirih sebagai bentuk penyambutan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli turut menyerahkan bantuan berupa buku-buku psikologi kepribadian sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kota Gunungsitoli.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli menekankan pentingnya menumbuhkan minat baca sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan mempersiapkan generasi masa depan. Sementara itu, Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan bahwa Festival Literasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya membaca dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.
Wali Kota juga mengimbau perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli, termasuk instansi vertikal, untuk menyediakan pojok baca di lingkungan kantor masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Budayakan Membaca, Perkuat Literasi untuk Membangun Generasi Berkualitas dan Berdaya Saing,” Festival Literasi Kota Gunungsitoli menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kreatif, seperti talkshow literasi, bedah buku, berbagai perlombaan, serta pameran dan stand yang menampilkan beragam produk, karya, dan informasi dari para peserta maupun pihak yang terlibat dalam festival.
Pameran dan stand tersebut menjadi salah satu ruang yang dapat dinikmati masyarakat selama festival berlangsung. Pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman literasi, tetapi juga dapat mengenal berbagai karya dan produk yang ditampilkan, sekaligus melihat kreativitas dan potensi yang tumbuh di tengah masyarakat.
Pelaksanaan Festival Literasi perdana ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya belajar. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memperoleh, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, dan masyarakat, Festival Literasi diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat dan berkelanjutan di Kota Gunungsitoli. Dengan budaya membaca yang tumbuh dan ruang-ruang belajar yang semakin terbuka, masyarakat diharapkan semakin memiliki pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan serta memanfaatkan berbagai peluang di masa depan. (Aa Wahyu)




