Tak Berkategori
Trending

Elmantono: Minta Pemkab Kaji Pemberian Izin Ritel Swalayan

KETAPANG,newssuaraindependent.id Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, Elmantono meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang untuk tidak mudah memberikan izin bisnis ritel swalayan di wilayah Ketapang, khususnya dilokasi-lokasi yang sudah terdapat banyak pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah.

“Karena pemberian izin ritel yang bebas dan mudah akan berdampak pada pelaku-pelaku usaha kecil, makanya pihak terkait mulai dari desa sampai kabupaten harus mengkaji dahulu sebelum pemberian izin,” katanya, Jum’at (28/2).

Ia melanjutkan, seperti di Kecamatan Kendawangan saat ini sedikitnya ada tiga ritel swalayan alfamart yang masuk yang membuat pelaku usaha kecil susah untuk berkembang terutama yang berada disekitar usaha-usaha ritel tersebut.

“Sudah banyak pelaku usaha kecil mengeluh, mereka diam karena tidak bisa berbuat banyak, ini juga harus dipikirkan, memang kita mendukung pelaku-pelaku usaha hadir lantaran dapat menyerap tenaga kerja tetapi harus dikaji hal-hal seperti ini jangan sampai kehadiran mereka malah menutup pelaku usaha kecil yang telah lama menggantungkan hidup di usaha tersebut,” mintanya.

Ia menambahkan, untuk saat ini khususnya di Kecamatan Kendawangan diharapkan tidak ada lagi pemberian izin untuk penambahan ritel swalayan seperti alfamart dan pemerinrah dapat lebih fokus terhadap UMKM dan kesejahteraan masyarakat kecil.

“Kalau bisa jadi perhatian, kalau mau memberikan izin ritel disesuaikan mungkin wilayah perkotaan atau wilayah tidak ada pelaku usaha kecilnya, intinya keberlangsunga pelaku usaha-usaha kecil harus menjadi fokus pemerintah,” harapnya.

Ke depan, ia juga berharap dalam pemberian izin lingkungan tidak hanya pada masyarakat sekitar lokasi ritel tetapi juga kepada masyarakat selaku pelaku usaha kecil sehingga jika memang ada keberatan dapat menjadi pertimbangan untuk pemberian izin. ( Andus@nsi.id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close