Tak Berkategori

Diduga Proyek Di BWSS Bermasalah,Menyorot Mega Proyek Bendungan Batang Hari

Dhamasraya– Newssuaraindependent.id– lagi,Mega proyek Bendungan Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya, diduga sarat penyimpangan,

Faktanya, untuk pekerjaan lantai dinding kanal, material timbunan dimainkan,termasuk material pembesian,Bahkan coran tulang pembatas dinding banyak yang retak, meski pelaksana lapangan mengaku bernama Remses, mengatakan hanya coran keropos.

Dengan adanya temuan tersebut, proyek ini diduga tak mengacu pada spesifikasi teknis di Direktorat Jendral Sumber Daya Air BWSS V, rehabilitasi Bendung Batang Hari Dharmasraya. Soalnya, proyek bernomor kontrak HK.02.03/02/BWS.SV – PJPA /WS.BH/498078/IR/III/2019. 240 hari kalender, mulai tanggal 14 Maret 2019-09 November 2019.
kontraktor PT Putri Seroja Mandiri, konsultan PT Ika Adya Perkasa, beberapa item pekerjaan bermasalah.

Telusuran media ini kelokasi pekerjaan, Sabtu (9/8), ada dugaan beberapa penyimpangan yang dilakukan rekanan. Terlihat, untuk coran lantai kerja, rekanan mengurangi volume timbunan,buktinya, pengakuan Ramses, pelaksana lapangan, timbunan menggunakan Sirtu.

Dilapangan ditemukan, timbunan didominasi batu mangga yang diambil dari hasil untuk lantai kerja.
Diatas susunan batu mangga, pekerja menutupinya dengan siraman sirtu sebelum dilakukan pengecoran diperkirakan hanya 10 cm. Selain itu timbunan sirtu nya pun juga tidak labil alias tidak padat.

Ini berbeda dengan pernyataan, saat menemani media ini kelapangan.” Timbunan menggunakan sirtu dan ketebalan coran 20 cm,” kata Ramses, awalnya bersitegang dengan media ini saat memfoto pekerjaan. Namun, setelah mengisi buku tamu dan mengenalkan diri, Remses mulai melunak.

Temuan lain, jarak begol pembesian, baik untuk lantai kerja maupun tulang menyatukan dinding kanal, berkisar antara 15 – 25 cm, sementara di lantai kerja ada yang tidak diikat menggunakan kawat. Ditanya jarak begol sesuai spesifikasi teknis, Ramses terkesan mengelak. Malah, ia mengatakan tak berhak memberikan laporan atau hasil pekerjaan kepada wartawan.

“Saya bisa memberikan laporan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Kalau anda ingin mengetahui juga, sebaiknya tanya kepada PPK atau pengawasan lapangan,” kata Ramses seraya mengatakan, temui saja mereka di Padang dan minta keterangan sama mereka.

Ramses, juga mengatakan, saat ditanyakan coran tulang pengikat dinding maupun coran dinding, ada retak, itu tidak benar.”Bukan patah atau pecah namanya, tapi coran keropos,” kata Ramses,seakan memang ada kerusakan pada pekerjaan tersebut. Ia kembali mengatakan, untuk keterangan lebih lanjut ke Padang saja,ujarnya( np@nsi_id)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close