Bencana NasionalDAERAHDPRDPEMERINTAHAN

Trio Karno Vivo Apresiasi Gerak Cepat dan Langkah Konstruktif Zigo Rolanda

Zigo Rolanda; Prioritaskan Penanganan Kawasan Hulu dan Aliran Sungai Ketimbang Relokasi Perkantoran

Solok, Suaraindependent.id – Kunjungan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, S.E., M.M. ke pusat galodo (banjir bandang) di Kabupaten Solok menuai kontroversi. Zigo berharap Pemkab Solok memprioritaskan untuk penanganan kawasan hulu dan aliran sungai ketimbang merenovasi gedung, apalagi sempat ada wacana memindahkan pusat perkantoran ke tempat yang lebih aman. 

​Kendati demikian, ia tetap menyerahkan keputusan akhir terkait opsi renovasi ataupun relokasi perkantoran kepada Pemkab Solok dengan berpedoman pada kajian teknis yang objektif.

Diketahui, kunjungan legislator daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I pada Kamis (22/10/2026) ini difokuskan untuk membahas langkah-langkah strategis penanganan dan pemulihan pasca bencana galodo yang melanda kawasan Arosuka beberapa waktu lalu.

​Sejalan dengan agenda penting tersebut, Trio Karno Vivo selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Solok dari Partai Golongan Karya sekaligus Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas gerak cepat serta langkah-langkah konstruktif yang dikawal oleh Zigo Rolanda.

​Menurut Trio Karno Vivo, sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya dalam memprioritaskan keselamatan warga serta perbaikan infrastruktur hulu sungai yang terdampak langsung oleh terjangan galodo.

​”Kami di DPRD Kabupaten Solok, khususnya melalui Komisi III, sangat mendukung penuh upaya dan langkah sigap Zigo Rolanda dalam mengawal penanganan pasca bencana galodo Arosuka. Fokus pada normalisasi hulu dan perlindungan masyarakat di zona rawan bencana adalah langkah paling tepat yang harus kita kawal bersama,” ujar Trio Karno Vivo.

​Kedatangan Zigo Rolanda di Arosuka sendiri disambut langsung oleh Asisten II Setdakab Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T., didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, S.T., M.M., Direktur PDAM Kabupaten Solok Febri Fauza, S.Pt., M.M., perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, serta sejumlah pimpinan instansi terkait.

​Fokus Penanganan: Utamakan Normalisasi Hulu Sungai Ketimbang Relokasi Kantor

​Dalam pemaparannya di hadapan rombongan, Asisten II Setdakab Solok, Jefrizal, mengungkapkan bahwa bencana galodo di Arosuka telah menimbulkan kerusakan parah pada sejumlah gedung perkantoran pemerintah, rumah warga, serta fasilitas umum.

Mengengingat pusat pemerintahan terdampak langsung, muncul wacana dan usulan untuk merelokasi gedung perkantoran Pemkab Solok ke lokasi yang lebih aman.

​Menanggapi hal tersebut, perwakilan BWS Sumatera V memberikan catatan teknis bahwa relokasi pusat perkantoran bukanlah langkah yang sederhana.

Proses ini memerlukan anggaran besar, ketersediaan lahan yang luas, serta kajian mendalam dan jangka panjang mencakup aspek risiko kebencanaan, struktur geologi, hingga pemetaan jalur sesar atau patahan gempa.

​Merespons dinamika tersebut, Zigo Rolanda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok sebaiknya lebih memprioritaskan penanganan hulu dan aliran sungai ketimbang terburu-buru memindahkan pusat perkantoran.

Sebagai legislator di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan pekerjaan umum, ia menilai normalisasi sungai serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan sedimen seperti sabo dam atau check dam jauh lebih mendesak guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa depan.

​Menurut mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan ini, orientasi utama pemerintah harus diarahkan pada keselamatan dan perlindungan masyarakat yang bermukim di zona rawan bencana.

​”Kalau pemerintah hanya fokus pada pemindahan gedung kantor, lalu bagaimana dengan nasib masyarakat? Ini juga harus dipikirkan secara matang. Artinya, jika bicara relokasi, masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana juga perlu dikaji kemungkinan relokasinya agar mereka aman,” tegas Zigo.

​Kendati demikian, Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat tersebut menyerahkan keputusan akhir terkait opsi relokasi atau renovasi gedung perkantoran kepada Pemkab Solok dengan berpedoman pada kajian teknis yang objektif.

Ia memastikan pihak DPR RI siap mengawal dan memberikan dukungan penuh dalam penganggaran di tingkat pusat.

​Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemulihan Jangka Panjang

​Dukungan yang disuarakan oleh Trio Karno Vivo memperkuat komitmen bersama antara legislatif pusat dan daerah dalam mengawal pemulihan Kabupaten Solok secara komprehensif.

Sebagai Ketua AMPG Kabupaten Solok sekaligus kader Partai Golkar, Trio Karno Vivo juga menegaskan komitmen jajarannya untuk turut bersinergi mengawal program-program pembangunan infrastruktur yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, serta siap berpartisipasi dalam aksi nyata pemulihan sosial di tengah warga terdampak.

​Dengan adanya kolaborasi yang solid antara DPR RI, DPRD Kabupaten Solok, Pemkab Solok, serta balai terkait, diharapkan proses pemulihan kawasan Arosuka dapat berjalan optimal demi menjamin rasa aman, ketahanan wilayah, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok ke depan. (Billy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!