HUKUM & HAM

Motif Kejadian Dipicu Karena Pelaku YZ Sudah Mabuk.

Nias, Suaraindependent.id | Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK, MH didampingi Waka Polres Nias AKBP Yafao Harefa, SH, Kasat Reskrim, Martua Manik,SH,.MH, Kapolsek Idano Gawo, Ya’aro Lase laksanakan Konfrensi Pers bertempat di ruang Loby Polres Nias dan dihadiri oleh sejumlah Wartawan dari berbagai awak media. Kamis (6/8).


Kapolres Nias menjelaskan tentang kronologis peristiwa pembunuhan ini yakni Pada Senin 27 Juli 2020, sekira Pkl.20.00 wib Korban An.Torosokhi Als Ama Feri bersama Ododogo Zai als Ama Lilis Zai sedang duduk-duduk di Warung milik Ama Mistari Zai.


Pada kejadian tersebut ada tiga orang korban diantaranya yaitu 1). Torosokhi Als Ama Feri (54) Dusun I Desa Hilimbowo Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias ( Luka pada bagian Belahan Paha Belakang dekat Dubur ); 2).Sokhihasara Zai als Ama Penus, Lk, (48) ( Korban/ Pelaku ) dan 3).Ododogo Zai als Ama Lilis,Lk, (32), sementara tersangka yaitu YZ, Lk, (39) , Desa Hilimbowo Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias.


Selanjutnya Korban An. Sokhihasara Zai als Ama Penus berjalan kaki menuju Rumahnya dan melintas di depan warung tersebut sehingga melihat Ama Feri zai dan Ama Lilis zai berada di warung tersebut dan langsung mendekati mereka dan memaki maki keduanya, melihat Ama Penus Zai memaki-maki, maka kedua saudaranya yang tak jauh dari lokasi warung tersebut atas nama Ama Linda Zai dan Ama Wisi datang dan langsung memarahi serta menyuruh Ama Penus pulang kerumahnya . Karena saudaranya menyuruh ia pulang, maka Ama Penus Zai pun segera pulang meninggalkan tempat tersebut sambil mengancam “awas kalian kuambil dulu pisauku.”


Sekira Pukul 21.30 wib (Korban / Pelaku) Ama Penus Zai kembali datang ke warung milik Ama Mistari dan langsung menghampiri kedua Korban yg masih berada di tempat itu, melihat Ama Penus datang membawa Pisau korban An. Ama Lilis zai (Luka) langsung menghampiri Ama Penus dan bertanya ” kenapa harus begitu Ama Penus” dan Ama Penus menjawab “Hari ini semua yang ada disini harus mati dan langsung menikamkan pisau nya kepada Ama Lilis zai, sehingga Ama Lilis berusaha mengelak dan berlari tetapi pisau yang ditikamkan Ama Penus mengenai lekuk paha sebelah kanan namun Ama Lilis langsung berusaha untuk melarikan diri kerumahnya.


Tiba-tiba Pelaku YZ mendengar suara makian korban an. Sokhihasara ZAI Alias Ama Penus di simpang samping kedai milik Ama Mistari Zai yang mengatakan “kentot mama kalian” sehingga pelaku YZ langsung lari melihat Korban Sokhihasara Zai dan ketika pelaku YZ mendekat pada jarak kurang lebih 4(empat) meter, pelaku YZ melihat korban an.
Sokhihasara Zai Alias Ama Penus menikam Torosokhi Zai Alias Ama Feri di bagian dada dan kemudian kembali menikam di bagian bawah ketiak sebelah kanan dengan menggunakan sebilah pisau, sehingga Korban Torosokhi Zai Alias Ama Feri langsung tersungkur ke belakang dan jatuh ke tanah tepatnya di samping rumah Ina Seti Zai. Melihat kejadian tersebut pelaku YZ langsung berkata kepada Sokhihasara Zai Alias Ama Penus dengan mengatakan “He Pak Penus…kenapa kau berbuat begitu”namun Sokhihasara Zai Als Ama Penus menjawab “saya habiskan” kemudian ia mendekati YZ dan hendak menikam bagian dada YZ dengan menggunakan pisau yang ia gegam di tangan kanannya.


Melihat Sokhihasara Zai Alias Ama Penus mengarahkan pisau tersebut kepada nya, dengan gerakan cepat YZ langsung Menangkap Pisau Tersebut dari tangan Sokhihasara Zai Alias Ama Penus sambil menjatuhkannya ketanah yang berbatu dan langsung merampas Pisau yang ada ditangan Sokhihasara Zai Alias Ama Penus tersebut dan melakukan penikaman terhadap Sokhihasara Zai Alias Ama Penus di bagian ulu hati, kemudian kembali menikam secara membabi buta di bagian tangan dan paha.
Melihat Sokhihasara Zai Alias Ama Penus tidak bergerak lagi maka YZ pun berhenti melakukan penikaman dan langsung ia tinggalkan pisau tersebut di samping Sokhihasara Zai Alias Ama Penus, selanjutnya YZ pergi melihat korban an. Torosokhi Zai Alias Ama Feri sudah tidak bernyawa.


Lebih Lanjut Kapolres Nias menjelaskan bahwa barang bukti telah disita dan diamankan oleh pihak polres Nias dan hari sabtu (1/8) sekira pukul 10.00 wib petugas kepolisian Polsek idanogawo dengan pendekatan terhadap pihak keluarga pelaku dan para tokoh masyarakat, tokoh pemuda sehingga pelaku menyerahkan diri, motif kejadian dipicu karena pelaku sudah mabuk ucap Denni ke awak media. (FL/Aa)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close